Kalian, mungkin pernah dengar ucapan seperti 'Malu hati, gak enak hati, gak tegaan, timbang perasaan' kalimat yang sering hadir, saat seseorang ragu untuk mengutarakan perasaan mereka pada orang lain. Pas mau ngomong, tapi keraguan muncul dan niat baik lu, buyar begitu saja. Pernah?
Gue sering mengalami hal ini, gue merasa gelisah saat apa yang ingin gue ungkapin, malah terhalang dengan pikiran seperti itu. Gue pengen ngomong, takut dia tersinggung. Pengen gue biarin tapi gue gelisah, karena semua ini demi kebaikan dia. Kalo dia senang, gue juga senang. Sekalipun apa yang pengen gue omongin melukai perasaan. Padahal inikan kebaikan. Gue merasa dilema.
Gue trus berpikir gimana ya, kalo diam gak akan menyelesaikan masalah. Gue cari cara yang paling efektif, biar semua berjalan lancar tanpa ada korban dalam hal ini. Gak mungkinkan, gue ngomong sesuatu yang dia gak suka, saat dia lagi makan, bisa aja dia nangis atau makanannya dibuang. Atau pas dia lagi ngiris bawang trus gue ngomong tentang apa yang gue rasa, lalu dia bosan trus gue yang diiris? Nah lho.
Gue gak pernah ngerti, kenapa problem seperti ini terjadi. Tapi gue percaya, setiap masalah ada jalan keluar. Gue hanya perlu mencari momen yang tepat, lalu ajak ngobrol. Dibalik obrolan pasti trsirat pesan. Entah apapun yang terjadi, gue pasrahkan sama yang Kuasa. Yang penting, udah gue sampaikan. Terserah dia, mau dengar apa gak!
Tapi gue selalu berharap, hasil yang maksimal.
Sabtu, 10 Oktober 2015
Jumat, 02 Oktober 2015
Tak mengenal waktu
Terlambat. adalah kata yang pantas ditujukan kepadaku. Terlambat dalam sgala hal. Namun dalam hal ini, kata itu tidak berpengaruh padaku.
Sebab, aku ingin mengucapkan selamat ulangtahun padamu. Entah ini ultah yang keberapa, namun kamu pantas untuk bahagia. Aku tahu, ini terlambat. Tapi doa dan harapan tak pernah mengenal waktu.
Aku terus menyisipkan rindu ditiap kedipan matamu, aku terus mencintai ditiap hela nafasmu, aku terus menyayangimu disaat lelah menusuk harimu, aku terus berharap ketika ego coba menghentikanmu.
Bagiku, ini sebuah kebanggaan. ketika kamu membaca tulisan ini, aku tidak hentinya bersyukur. Karena tulisan ini membuat kamu paham, bahwa aku adalah lelaki yang selalu jatuhcinta pada 1hati. Yaitu kamu.
Aku tidak peduli dengan siapa kamu bahagia saat ini, karena bagiku, kamu adalah kebahagiaan yang tak boleh aku lepaskan.
Segala yang indah, ada dalam jiwamu. Dan aku ingin memilikinya. Apa aku egois? Terserah apa pendapatmu. Karena keegoisanlah yang membuat aku bertahan untuk menyayangimu.
Meskipun dari kejauhan, rasa itu tidak akan berkurang sedikit pun.
Aku berdoa, agar kamu sehat selalu. Karena jika kamu sakit, aku akan tersiksa setiap waktu. Aku memohon pada tuhan, agar dia melindungi dan melancarkan sgala urusanmu. Karena jika terhalang, aku akan menyesal.
Aku mencintaimu selalu. Apapun kata orang, i dont care.
Aku mencintaimu dari kejauhan, merindukanmu dalam keramaian dan mendoakanmu dalam keheningan. Jangan berharap aku akan melupakanmu, karena kamu sudah tertanam dalam pikiranku.
Wish you all thebest myangel.
Special for you Agneis Pantow. I love you so much.
:)
Sebab, aku ingin mengucapkan selamat ulangtahun padamu. Entah ini ultah yang keberapa, namun kamu pantas untuk bahagia. Aku tahu, ini terlambat. Tapi doa dan harapan tak pernah mengenal waktu.
Aku terus menyisipkan rindu ditiap kedipan matamu, aku terus mencintai ditiap hela nafasmu, aku terus menyayangimu disaat lelah menusuk harimu, aku terus berharap ketika ego coba menghentikanmu.
Bagiku, ini sebuah kebanggaan. ketika kamu membaca tulisan ini, aku tidak hentinya bersyukur. Karena tulisan ini membuat kamu paham, bahwa aku adalah lelaki yang selalu jatuhcinta pada 1hati. Yaitu kamu.
Aku tidak peduli dengan siapa kamu bahagia saat ini, karena bagiku, kamu adalah kebahagiaan yang tak boleh aku lepaskan.
Segala yang indah, ada dalam jiwamu. Dan aku ingin memilikinya. Apa aku egois? Terserah apa pendapatmu. Karena keegoisanlah yang membuat aku bertahan untuk menyayangimu.
Meskipun dari kejauhan, rasa itu tidak akan berkurang sedikit pun.
Aku berdoa, agar kamu sehat selalu. Karena jika kamu sakit, aku akan tersiksa setiap waktu. Aku memohon pada tuhan, agar dia melindungi dan melancarkan sgala urusanmu. Karena jika terhalang, aku akan menyesal.
Aku mencintaimu selalu. Apapun kata orang, i dont care.
Aku mencintaimu dari kejauhan, merindukanmu dalam keramaian dan mendoakanmu dalam keheningan. Jangan berharap aku akan melupakanmu, karena kamu sudah tertanam dalam pikiranku.
Wish you all thebest myangel.
Special for you Agneis Pantow. I love you so much.
:)
Senin, 28 September 2015
Hubungan Rizal & Indonesia
Belakangan ini, gue lihat dan baca diberita, Indonesia sekarang lagi 'MENGUYAH' masa-masa sulit. Menurut gue, ini hal yang biasa. Seluruh dunia juga pernah mengalami hal yang sama.
Banyaknya masalah seperti kebakaran hutan, krisis keuangan dan sumber daya alam. Memancing keresahan gue untuk menulisnya disini. Siapapun bisa baca, dan menanggapi ini dengan sudut pandang kalian sendiri.
Yang menjadi sorotan gue, kenapa kita tidak sama-sama mencari solusi melainkan saling menghakimi!
Gue bingung sama sebagian orang, yang katanya butuh keadilan, cinta demokrasi, tapi justru menghujat para pemimpin. Kasihan banget pemimpin kita skarang. Salah dikit, dicaci. Benar dikit, malah didzolimi. Kadang, niat gue buat jadi pemimpin sering goyah, akibat membaca dan mendengar kritikan gak berguna dari orang-orang seperti mereka. Tapi seru juga sih!
Gue bukannya mendukung si A atau si B. Gue hanya prihatin, dengan nasib indonesia skarang.
Serangan lewat media sosial, paling rentan buat dianalisa. gue baca dan gue berpikir, ternyata orang-orang indonesia 'PINTAR' dalam hal politik. Pemerintahan yang skarang menjadi korban cacian dan makian orang-orang yang merasa diri paling 'PINTAR', 'BENAR' dan paling 'TRANSPARAN'.
Gak kebayang, seandainya indonesia dipimpin oleh orang-orang seperti itu. Yang bisanya cuma ngomong tapi kosong.
orang-orang yang disebut 'HATERS' ini memang pintar dalam menghujat, namun idiot dalam berpikir. Otaknya isi apa ya?
Pertanyaan gue buat mereka sederhana: apa hujatan kalian bisa merubah segalanya menjadi lebih baik?
Bagi gue, kita sebagai manusia modern gak perlu saling menjatuhkan. Gak ada manusia yang suci didunia ini, kecuali 'BAYI' yang baru lahir.
Lagian ngapain, kita harus ikut-ikutan membenci orang lain? Padahal hidup kita baik-baik aja. Iyakan? Masih bisa tidur pulas, makan dan menghirup udara. Hmmm...
Intinya, gak usah deh saling menghakimi, mending sama-sama membangun negeri ini kearah yang lebih baik. Kalo ada ide yang membangun langsung sampaikan. Negara saat ini, seperti orang yang terjatuh. Kita sebagai masyarakat harusnya menolong, bukan membiarkan begitu saja. berpikirlah secara global jangan secara lokal.
Yah, begitulah hidup.
Banyaknya masalah seperti kebakaran hutan, krisis keuangan dan sumber daya alam. Memancing keresahan gue untuk menulisnya disini. Siapapun bisa baca, dan menanggapi ini dengan sudut pandang kalian sendiri.
Yang menjadi sorotan gue, kenapa kita tidak sama-sama mencari solusi melainkan saling menghakimi!
Gue bingung sama sebagian orang, yang katanya butuh keadilan, cinta demokrasi, tapi justru menghujat para pemimpin. Kasihan banget pemimpin kita skarang. Salah dikit, dicaci. Benar dikit, malah didzolimi. Kadang, niat gue buat jadi pemimpin sering goyah, akibat membaca dan mendengar kritikan gak berguna dari orang-orang seperti mereka. Tapi seru juga sih!
Gue bukannya mendukung si A atau si B. Gue hanya prihatin, dengan nasib indonesia skarang.
Serangan lewat media sosial, paling rentan buat dianalisa. gue baca dan gue berpikir, ternyata orang-orang indonesia 'PINTAR' dalam hal politik. Pemerintahan yang skarang menjadi korban cacian dan makian orang-orang yang merasa diri paling 'PINTAR', 'BENAR' dan paling 'TRANSPARAN'.
Gak kebayang, seandainya indonesia dipimpin oleh orang-orang seperti itu. Yang bisanya cuma ngomong tapi kosong.
orang-orang yang disebut 'HATERS' ini memang pintar dalam menghujat, namun idiot dalam berpikir. Otaknya isi apa ya?
Pertanyaan gue buat mereka sederhana: apa hujatan kalian bisa merubah segalanya menjadi lebih baik?
Bagi gue, kita sebagai manusia modern gak perlu saling menjatuhkan. Gak ada manusia yang suci didunia ini, kecuali 'BAYI' yang baru lahir.
Lagian ngapain, kita harus ikut-ikutan membenci orang lain? Padahal hidup kita baik-baik aja. Iyakan? Masih bisa tidur pulas, makan dan menghirup udara. Hmmm...
Intinya, gak usah deh saling menghakimi, mending sama-sama membangun negeri ini kearah yang lebih baik. Kalo ada ide yang membangun langsung sampaikan. Negara saat ini, seperti orang yang terjatuh. Kita sebagai masyarakat harusnya menolong, bukan membiarkan begitu saja. berpikirlah secara global jangan secara lokal.
Yah, begitulah hidup.
Selasa, 22 September 2015
21 september 2015
Setelah beberapa minggu gak bikin postingan diblog, malam ini gue putuskan buat ngeblog. Mumpung sisa-sisa kebahagiaan masih ada. Cerita ini masih tentang gebetan gue si agneis. Kalian ingat agneis gak? Cewek cantik yang slalu bikin gue senyum sendiri, kayak pasien RSJ.
Jadi gini, hari minggu tanggal 20.9.2015 gue lupa jam berapa, tapi malam itu pas gue buka twitter. Mention gue dari beberapa bulan yang lalu diretwitt sama dia. Gue senang bukan main. Saking senangnya, gue masukin tangan gue dalam wajan berisi minyak panas. Hanya untuk memastikan kalo ini bukan mimpi. Waktu berlalu begitu cepat, scepat gue jatuhcinta sama dia.
Hari senin 21.9.2015, kebahagiaan gue makin memuncak, karena ini kali pertama dia membalas mention gue. Jujur, ini adalah hari terbaik dari semua hari dalam hidup gue. Karena selama jadi mahasiswa, gue gak prnah berani buat ngobrol sama agneis, jangankan ngobrol menatap matanya aja gue gak sanggup. Anjrit.. Ini gebetan apa matahari?!
Malam itu gue sengaja mention dia kayak gini: ' jika 1hari menunggumu sm dgn brjalan 1langkah, maka aku sudah 4x brkeling dunia. Tp @agneiskinanti gak prnah peka :('
15menit kemudian agneis membalas: 'thanks sebelumnya @rizalisme_ :)'
5detik kemudian, gue semaput.
Gue gak tau gimana ngungkapinnya, tapi yang pasti gue senang stengah mati. Gue seperti orang gila malam itu. Gue cium layar hape gue, sampe hape gue bau.
Agneis memang bukan matahari, tapi dia mampu menerangi kgelapan dalam jiwa gue. Disatu sisi, gue tau bahwa ini adalah kegilaan.
Gue gak peduli apapun kata orang, karena cinta adalah jembatan antara aku dan dia, bukan aku dan mereka. Karena walaupun gue dan agneis gak bersama, stidaknya gue belajar 1hal,
Kebahagiaan dan cinta tak harus saling memiliki, sebab kita punya banyak cara untuk saling memahami dan menghargai.
:)
Jadi gini, hari minggu tanggal 20.9.2015 gue lupa jam berapa, tapi malam itu pas gue buka twitter. Mention gue dari beberapa bulan yang lalu diretwitt sama dia. Gue senang bukan main. Saking senangnya, gue masukin tangan gue dalam wajan berisi minyak panas. Hanya untuk memastikan kalo ini bukan mimpi. Waktu berlalu begitu cepat, scepat gue jatuhcinta sama dia.
Hari senin 21.9.2015, kebahagiaan gue makin memuncak, karena ini kali pertama dia membalas mention gue. Jujur, ini adalah hari terbaik dari semua hari dalam hidup gue. Karena selama jadi mahasiswa, gue gak prnah berani buat ngobrol sama agneis, jangankan ngobrol menatap matanya aja gue gak sanggup. Anjrit.. Ini gebetan apa matahari?!
Malam itu gue sengaja mention dia kayak gini: ' jika 1hari menunggumu sm dgn brjalan 1langkah, maka aku sudah 4x brkeling dunia. Tp @agneiskinanti gak prnah peka :('
15menit kemudian agneis membalas: 'thanks sebelumnya @rizalisme_ :)'
5detik kemudian, gue semaput.
Gue gak tau gimana ngungkapinnya, tapi yang pasti gue senang stengah mati. Gue seperti orang gila malam itu. Gue cium layar hape gue, sampe hape gue bau.
Agneis memang bukan matahari, tapi dia mampu menerangi kgelapan dalam jiwa gue. Disatu sisi, gue tau bahwa ini adalah kegilaan.
Gue gak peduli apapun kata orang, karena cinta adalah jembatan antara aku dan dia, bukan aku dan mereka. Karena walaupun gue dan agneis gak bersama, stidaknya gue belajar 1hal,
Kebahagiaan dan cinta tak harus saling memiliki, sebab kita punya banyak cara untuk saling memahami dan menghargai.
:)
Selasa, 25 Agustus 2015
penyesalan seorang kakak
Gue punya seorang adik, yang namanya mirip sama gue. lelaki tampan itu
bernama rizaldy. Kenapa gue bilang dia ‘TAMPAN’ penasaran? Baca terus ya.
Menurut gue punya saudara itu enak, karena setiap tugas dalam rumah bisa kita
kerjakan secara bersama. tapi hal itu gak berlaku dalam kehidupan gue. adik gue
kerap disapa iki. Tak heran, jika orang sering salah membedakan mana izal, dan
mana iki. Kadang iki menjadi izal, kadang izal menjadi iki. Padahal gak ada
kemiripan. Gue hitam dia putih, gue ganteng dia tampan. tiap disuruh sama
nyokap, gue selalu berkilah dan menyuruh adik gue untuk melakukannya.
‘rizal, ambil air siram bunga ya!’ ‘
‘iya mah!!’ sahut gue dengan nada sebal.
Karena merasa terganggu, gue lalu menyuruh iki. ‘iki, siram bunga sana!’
lalu dengan santai dia pun menjawab, ‘emang nama gue rizal?’ ....
Semua orang punya impian masing-masing, gue selalu bermimpi menjadi seorang
jutawan dan iki juga bermimpi kalo dia dikejar sama godzilla. Iki, sebenarnya
terobsesi menjadi tentara. Dia sangat mengagumi bokap. Karena bokap gue adalah
seorang mantan pengawal presiden soeharto. Lulus dari SMA, iki mulai mencari
informasi tentang pendaftaran angkatan bersenjata tersebut. Dia mulai rajin
berolahraga, namun sayang. Kebiasaan merokok dan pulang pagi masih sulit untuk
dihentikan. Suatu hari, gue jtuh sakit dan kondisi gue makin kritis. Nyokap dan
iki sama-sama mencari jalankeluar untuk menyembuhkan gue. gue terharu melihat
perjuangan nyokap dan iki, yang berjuang sekuat tenaga dan ditengah
keterbatasan ekonomi. Terlebih iki, sebagai kakak gue harus mengakui bahwa
dibalik ketampanan yang dia miliki, daia punya sesuatu yang gak semua orang
punya. Dia selalu mampu mendapat pertolongan dari oranglain. Apapun yang dia
inginkan akan dia dapatkan. Sebuah keberuntungan yang sangat mengagumkan.
Sampai akhirnya gue sembuh. dan disinilah kesalahan terbesar dalam hidup
gue terjadi. Malam itu nyokap gue pergi. Dia berpesan katanya ikan yang ada
dikas makan buat gue. tapi sewaktu gue bangun tidur, ikan itu udah gak ada
lagi. Gue marah, gue bertanya sama iki ‘ikan yang dikas siapa yang makan?’ iki
menjawab ‘gue yang makan, emang kenapa?’ emosi gue meledak dan gue lampiaskan
semuanya sama iki. Gue marahin dia habis-habisan, gue maki dan ada 1 ucapan
yang harusnya gak boleh gue ucapin ‘jangan pernah mimpi lu jadi tentara, dasar
bego gak bisa bedain mana hak orang lain’ iki nangis tersendu. Entah kenapa,
sesaat setelah itu gue jadi sadar. Iki masih nangis dan keesokan harinya
hubungan kakak dan adik berada diujung jarum.
5bulan kemudian, iki memutuskan merantau. Dia pergi untuk memenuhi segala
kebutuhan kami. Kini dia bekerja disebuah perusahaan gorden. Upahnya cukup
untuk kebutuhan sehari-hari. Hingga cerita ini dibuat hubungan komunikasi
antara gue sama iki gak masih memanas. Dia dendam dan gue gak bisa
ngapa-ngapain. gue terima dengan lapangdada, karena semua ini adalah kesalahan
gue. tapi sebagai seorang kakak, gue tetap sayang sama dia. Gue selalu berdoa
dan berharap agar iki mendapatkan kehidupan yang lebih baik dari gue. karena
bagi gue, dia adalah keberuntungan yang tak pernah terpikirkan.
curahan hati seorang jomblo
udah lama gak pacaran, pas ngobrol atau deket sama cewek gue ngerasa
canggung. Tiap ada cewek yang ngajak ngobrol, gue bingung kemana arah
pembicaraan ini akan berlanjut. Gue bertanya-tanya apa dia akan ngerasa nyaman?
Atau minder karena gue sebatas nyengir! Pertanyaan seperti udah makan apa
belum? Lagi dimana? Terasa seperti pertanyaan lama yang didaur ulang. Gue tau,
itu pertanyaan yang sok perhatian biar si cewek merasa diperhatikan. Padahal
bagi mereka biasa aja! Pernah terlintas dikepala gue untuk mengganti pertanyaan
basi itu dengan pertanyaan yang lebih mutakhir, seperti: ‘eh, kamu cantik ya?
Pasti tiap hari makan kosmetik ya?’ Atau yang lebih absurd ‘papa kamu udah
disunat belum?’
Gue mencari cara ampuh untuk mengembaikan rasa percaya diri gue
yang hilang. Gue chatingan sama cewek difacebook. orangnya cantik, menarik, dan
gue mengawali perkenalan ini dengan sapaan hay.. hingga 2jam berlalu pesan gue
gak dibalas, Cuma dibaca aja!
Gue gak nyerah gue coba untuk melakukannya lagi, kali ini gue inbox ke
cewek yang biasa aja. Alhasil, gak sampai 1menit dia ngebalas ‘ea?? c1aP4 e4??’
gue mendadak pingsan. Dari sini gue sadar, ternyata waktu sudah merubah
segalanya. yang dulunya akrab sama lawan jenis, sekarang mulai risih.
kesendirian sudah membuat gue merasa nyaman, dan gue gak mau diganggu lagi.
Tapi bukan berarti gue akan selamanya sendiri, karena sang adam dimiliki
hawa maka gue pun demikian. gue juga harus dimiliki oleh seseorang yang
benar-benar mau menghabiskan sisa hidupnya bersama gue. bukan seseorang yang
hanya mau menghabiskan sementara waktu, lalu pergi untuk selamanya. Gue yakin
tuhan maha adil, setidaknya gue masih diberi kesempatan untuk menikmati
kebebasan menjomblo. Banyak hal-hal yang harus gue selesaikan, sebelum masa
(kebahagiaan) itu tiba. Ini seperti proses pembangunan yang memiliki jangka
waktu, karena kebahagiaan yang mutlak adalah proses pembangunan jangka panjang.
Gue yakin, semua akan indah pada waktunya. :)
Kamis, 20 Agustus 2015
Tentang kedewasaan.
Dewasa adalah pertumbuhan yang dialami seseorang baik secara fisik, maupun mental. Dan kedewasaan adalah sikap yang ditujukan seseorang, dalam menghadapi segala persoalan.
Namun pada dasarnya, tidak semua orang mampu menujukan sikap kedewasaan mereka. Seperti gue sama pacar, kadang gue ngerasa kita seperti anak-anak. Gue sering ngambek kalo kemauan gue gak diturutin, dan dia juga sering ngambek kalo berat badan gue gak turun-turun. Waduh!
Setelah merasa tidak bisa untuk dilanjutkan, orang dewasa biasa membuat keputusan yang dianggap benar. Hal inilah yang gue lakukan, kalo gue mulai merasa nyaman dengan keadaan. Menurut gue, percuma juga kita mempertahankan sebuah hubungan, tapi yang kita pertahankan malah menyia-nyiakan. Putus dari pacar, awalnya selalu menyakitkan. Namun seperti luka, akan sembuh dengan sendirinya. Gue tahu, saat jatuhcinta membuat dunia serasa milik berdua. Namun saat ditinggal cinta, dunia terasa seperti neraka. Semakin hari, semakin disiksa.
Tapi kembali ke pararaf awal. Gue gak bisa seterusnya larut dalam kesedihan. Dunia terlalu luas untuk gue tangisi. Dari kesendirian inilah, gue merasa merdeka dengan apa yang gue dapatkan. Banyak hal-hal yang gue dapatin dari kesendirian. seperti punya banyak followers ditwitter, blog pribadi, dan hal-hal lain. Pola pikir yang awalnya cuma cinta, gue upgrade dengan imajinasi. Gue belajar dari kesendirian dan gue apa itu kedewasaan, dan apa itu kebahagiaan. Gue gak menyalahkan cinta, maupun mantan-mantan gue. Tapi cinta, memang membuat kita menjadi buta. Lagian gak selamanya jomblo itu menyedihkan, jomblo itu menyenangkan asalkan kamu tahu, bagaimana cara menikmatinya. :)
Namun pada dasarnya, tidak semua orang mampu menujukan sikap kedewasaan mereka. Seperti gue sama pacar, kadang gue ngerasa kita seperti anak-anak. Gue sering ngambek kalo kemauan gue gak diturutin, dan dia juga sering ngambek kalo berat badan gue gak turun-turun. Waduh!
Setelah merasa tidak bisa untuk dilanjutkan, orang dewasa biasa membuat keputusan yang dianggap benar. Hal inilah yang gue lakukan, kalo gue mulai merasa nyaman dengan keadaan. Menurut gue, percuma juga kita mempertahankan sebuah hubungan, tapi yang kita pertahankan malah menyia-nyiakan. Putus dari pacar, awalnya selalu menyakitkan. Namun seperti luka, akan sembuh dengan sendirinya. Gue tahu, saat jatuhcinta membuat dunia serasa milik berdua. Namun saat ditinggal cinta, dunia terasa seperti neraka. Semakin hari, semakin disiksa.
Tapi kembali ke pararaf awal. Gue gak bisa seterusnya larut dalam kesedihan. Dunia terlalu luas untuk gue tangisi. Dari kesendirian inilah, gue merasa merdeka dengan apa yang gue dapatkan. Banyak hal-hal yang gue dapatin dari kesendirian. seperti punya banyak followers ditwitter, blog pribadi, dan hal-hal lain. Pola pikir yang awalnya cuma cinta, gue upgrade dengan imajinasi. Gue belajar dari kesendirian dan gue apa itu kedewasaan, dan apa itu kebahagiaan. Gue gak menyalahkan cinta, maupun mantan-mantan gue. Tapi cinta, memang membuat kita menjadi buta. Lagian gak selamanya jomblo itu menyedihkan, jomblo itu menyenangkan asalkan kamu tahu, bagaimana cara menikmatinya. :)
Langganan:
Postingan (Atom)