Rabu, 10 Februari 2016

Sejarah singkat tentang Radio

Sesuai dengan judulnya, hari ini gue akan mengupas tentang sejarah radio dari dulu sampai sekarang.
Mulanya radio digunakan oleh para Maritim untuk berkomunikasi. Mereka mengirim pesan telegraph menggunakan kode morse dari kapal yang mereka tumpangi ke armada didarat. Pada perang Tsushima 1901, armada jepang memakai pesawat radio guna memantau pergerakan tentara rusia. Tenggelamnya kapal Titanic 1912, merupakan awal pesawat radio mulai dikenang. Karena saat tenggelam, komunikasi antara kapal titanic dan kapal terdekat terjadi. Hingga kini, pesawat radio dikembangkan untuk memberi layanan informasi dan hiburan pada masyarakat dunia.

Selain itu, kita juga pernah mendengar kata AM dan FM yang sering diucapkan oleh penyiar. Awalnya gue pikir, AM adalah singkatan dari AryoMakan dan FM adalah FitriMinum. Ternyata bukan.

Yang benarnya adalah, Amplitude Modulation dan Frequency Modulation. Kedua gelombang mempunya hubungan yang konstan. Proses modulation ini juga, yang mengubah gelombang penghantar (radio) ke gelombang audio.

Banyak ahli yang terlibat dalam penemuan radio, seperti: Alexander Graham Bell, Nikola Tesla, Samuel Morse dan kawan-kawan. Namun dari beberapa nama yang gue sebut, tidak ada yang seberhasil Edwin Howard Armstrong. Beliau inilah, yang istilah gue 'MENYEMPURNAKAN' penemuan kawan-kawannya terdahulu. Beliau yang menciptakan penguat gelombang radio atau yang dikenal dengan Amplifier. Hal inilah yang membuat sinyal meningkat, sebanyak 20000 kali setiap detiknya. Suara yang dihasilkan pun jauh lebih kuat sehingga bisa didengar langsung tanpa memakai earphone.

Sampai sekarang, ditengah kecanggihan jaman gue masih tetap mendengarkan radio. Karena berita yang disajikan lebih akurat, ketimbang berita yang ada media televisi maupun internet. Banyak berita hoax, Ibarat makanan yang kebanyakan bumbu, rasa yang harusnya enak malah enek.


Sampai disini dulu ya, obrolan kita hari ini. Semoga artikel ini bermanfaat buat kalian.

Kalo ada yang pengen ditambahkan, langsung aja dikolom komentar, karena komentar dari kalian adalah kesempurnaan bagi gue.
terimakasih (:

Sabtu, 06 Februari 2016

Masa kecil adalah masa terbaik.

Gue kangen masa kecil gue. Masa dimana gue dan anak-anak yang lahir ditahun 90an cuma tau bermain dan belajar. Apalagi dihari minggu seperti ini, gue akan menghabiskan waktu bergelinjang didepan TV sambil menonton film kesukaan. Seperti: Dragon Ball, Doraemon, Satria Baja Hitam, Jiban dan masih banyak lagi. Film semasa kecil gue dulu tidak seperti film jaman sekarang, Yang kebanyakan bilang 'AKU CINTA SAMA KAMU' lalu berpelukan. Film gue tidak seperti itu, film gue banyak ucapan 'KITA HARUS MELINDUNGI BUMI DARI GANGGUAN MUSUH'.

Film gue dan anak-anak yang lahir ditahun 90an, lebih banyak mengajarkan kebajikan, perdamaian, nasehat untuk berbakti ke orangtua dan bersyukur pada Sang Kuasa.

Tapi seiring perkembangan zaman, film yang penuh motivasi itu tergeser oleh film dan acara yang tidak mendidik. Anak berseragam sekolah diajak tawuran, gosipin oranglain sampai ada anak sekolah yang hamil. Acara TV macam apa ini? Akhirnya, mereka yang nonton pun ikut-ikutan. Ikutan buat tawuran, ikutan gosipin oranglain bahkan ada juga yang ikut-ikutan buat hamil.

Tahun 90an adalah masa terbaik. Masa dimana gue dan anak-anak yang lahir ditahun itu masih steril dan belum terkontaminasi dengan dunia percintaan. Masa dimana gue akan nangis kalo jatuh dari sepeda, bukan nangis karena jatuhcinta. Masa dimana gue akan merasa kesepian kalo jauh dari orangtua atau teman-teman, bukan merasa kesepian karena LDRan.

Intinya, gue kangen sama masa itu. Andaikata doraemon itu beneran ada, gue akan bilang ke dia 'Pinjamkan aku mesin waktu doraemon, aku ingin kembali kemasa indah yang dulu!'

silahkan dikolom komentar, jika ada yang ingin ditambahkan. Terimakasih (:

Rabu, 03 Februari 2016

HALTE

Sore itu edo, pergi sendirian ke toko buku. Dia menunggu bus dihalte yang letaknya tidak jauh dari kampusnya. Ada 5 orang yang berada dihalte itu. Sambil menunggu, edo menghisap sebatang rokok yang dia selipkan dalam saku bajunya. Belum habis rokok yang dihisap, bus pun datang. Edo membuang rokoknya dan bergegas masuk ke bus. Didalam, semua kursi sudah terisi penuh. Edo berjalan ke belakang dan menemukan 1tempat yang masih kosong. Ada seorang wanita cantik mengenakan earphone duduk sendiri, edo mendekat dan menyapa 'hay! boleh aku duduk disampingmu?' wanita itu menganggukan kepala dan menyerongkan tubuhnya agar edo bisa masuk dan duduk.

Sesekali, bus itu berhenti untuk menurunkan penumpang. Jalanan jakarta saat itu sangat ramai dengan kendaraan yang berdesakan. Hal ini membuat perjalanan 20menit, terasa seperti 20jam. Setibanya dihalte, edo dan para penumpang yang lain turun 'permisi!' kata edo pada wanita itu. Hanya senyum yang ditunjukkan olehnya. Dalam toko, edo menyusuri rak demi rak untuk mencari buku yang diingkan.
Setelah mendapatkan buku yang dicari, edo lalu pulang ke rumahnya.

Keesokan harinya dikampus, usai diskusi dalam kelas edo menyempatkan diri untuk berjalan-jalan. Edo menunggu bus ditempat biasa dia menunggu. Disana, edo menemui seorang wanita memakai sweeter berwarna coklat, duduk sendirian. Edo mengenalinya, dia adalah wanita yang kemarin duduk bersamanya dibus. Edo menyapa 'hay!' wanita itu tidak merespon sapaan edo. Matanya tertuju ke arah jalan, seperti orang yang sedang melamun. Edo menyapanya sekali lagi 'kamu tinggal dimana?' wanita itu, tetap tidak menjawab. Edo menyerah. Suara bising kendaraan memecah diam diantara mereka. Edo menggerutu dalam hati 'sombong sekali wanita ini, aku hanya bertanya dia tidak jawab. Dasar tidak komunikatif!'

Bus yang ditunggu pun datang. Edo dan wanita itu segera naik dan seperti sudah ditakdirkan, tempat duduk hanya tersisa untuk 2orang. Alhasil, edo dan wanita itu duduk bersama. Dalam perjalanan, rasa penasaran edo memuncak. Edo kembali bertanya dengan mengajak kenalan 'namaku edo, nama kamu siapa?' ujar edo sambil menyodorkan tangannya. Kali ini wanita itu hanya menjabat tangan edo tanpa berkata apapun, dia langsung membuang muka. Edo mulai emosi, atas perlakuan wanita itu. Si wanita terlihat tidak peduli pada edo.

Mendekati halte, wanita itu mengeluarkan handphone miliknya dan mengirim pesan pada seseorang. Tiba-tiba wanita itu menangis, edo yang tadinya marah sekarang mulai panik. 'kamu kenapa? Sakit?' tanya edo pada wanita itu. Wanita itu menutup wajahnya dengan tangan, airmata membasahi seluruh wajah. Bus berhenti, wanita itu segera turun dan pergi secepatnya. Edo yang merasa bersalah, kemudian turun dan mengejar wanita itu. 'hey tunggu! Kamu kenapa?' kata edo sambil mengejarnya.

Didepan sebuah cafe, wanita itu berpelukan dengan temannya yang bertubuh besar. Edo melihat mereka dari kejauhan. Sesekali teman wanitanya melihat ke arah edo. Edo khawatir, temannya akan menduga edo yang menyebabkan temannya menangis. Edo berbalik badan, saat akan melangkah teman wanita itu memanggilnya.
'hey, tunggu. Kenalkan, aku rina temannya eva' kata wanita itu sambil berjabat tangan dengan edo. 'aku edo'.
Rina memanggil temannya lalu memperkenalkan pada edo. 'edo, kenalkan ini eva temanku'
'hay eva, aku edo!' mereka pun berjabat tangan, eva tersenyum dengan wajah yang basah. Rina mejelaskan pada edo, alasan eva menangis 'edo, eva adalah seorang tunawicara, dia bisu hingga tidak bisa menjawab semua pertanyaanmu. Eva juga cerita padaku, saat pertama kalian bertemu. Eva tahu kamu ingin mengajaknya bicara. Tapi karena bisu, dia hanya menjawab pertanyaanmu dengan senyum' mendengar itu, edo mulai lemas. Kakinya seperti tertanam dibumi.
'dia juga merasa bersalah karena tidak menghiraukanmu. Dia menangis karena dia tahu, kamu pasti marah dengan apa yang dilakukannya' lanjut rina menjelaskan. Edo lalu meminta maaf pada eva. Eva pun mengiyakan.

Eva lalu mencolek rina, bahasa jari yang dimainkan eva memberi sinyal agar rina menjelaskan sesuatu pada edo.

'eva mau mengajakmu minum!' kata rina. Edo melihat ke arah eva dan eva pun menganggukan kepala sambil tersenyum.

'baiklah, ayo kita pergi' jawab edo dengan senang hati. Kini mereka bertiga menghabiskan sisa hari dengan bahagia.

Senin, 01 Februari 2016

Kekerasan dalam pacaran

2minggu yang lalu, gue datang ke sebuah warnet untuk memperbaiki password email. Suasana diwarnet tidak begitu ramai, hanya ada penjaga dan seorang cowok yang sedang bermain game. Dibawah dinginnya AC dan diiringi irama musik jazz, gue asyik mendownload video diyoutube sambil tiduran. Sungguh hal yang menyenangkan.

Tak lama kemudian, datanglah sepasang kekasih dengan perlengkapan masing-masing duduk disamping gue. 15menit berjalan, terjadi adumulut antara pasangan tersebut. Namun tidak lama kemudian, suasana kembali tenang. Saat gue merubah sikap tiduran ke duduk, adumulut itu terjadi lagi. Kali ini, pertengkaran itu lebih sadis dari yang pertama. Si cewek bilang ke cowoknya 'KAMU EMANG BRENGSEK, KAMU PIKIR ENAK APA JADI AKU?' si cowok hanya menjawab ringan 'udahlah, itukan udah lama gak usah dibahas lagi. Malu tau!' mendengar itu, si cewek lalu memukul cowoknya dengan tas. Belum puas, si cewek beringas ini menampar wajah si cowok dan menghujatnya dengan kata kasar.

Suasana mendadak chaos. Gue yang tadinya online dengan tenang, sekarang mulai panik. Gue pun mencari tempat yang aman, agar tidak menjadi korban dari amukan cewek beringas tersebut.

Si cewek berdiri dari tempat duduk, sambil memegang laptop milik cowoknya, dia berkata 'GUE BANTING NIH! COBA LU BILANG GUE GAK BERANI!!' cowoknya hanya menelan ludah, keringat 3liter mengucur deras dari tubuhnya. Tak ada yang bisa dia lakukan, kecuali pasrah pada keadaan. Cewek itu kemudian menggeletakkan laptop milik cowoknya ke lantai, lalu pergi begitu saja.

Sesampainya dipintu, dia membentak penjaga warnet yang sedari tadi melihatnya 'APA LU LIAT-LIAT?' setelah dia keluar, gue berkata pada penjaga warnet 'gila tu cewek, jangan-jangan dia preman!' penjaga warnet pun tertawa dan suasana kembali normal.

Si cowok lalu membereskan perlengkapannya. Sebelum pergi, dia meminta maaf ke gue dan penjaga warnet akibat keributan yang ditimbulkan.

Dalam perjalanan pulang, gue berpikir kenapa pertengkaran dalam pacaran jaman sekarang, lebih sadis dari tawuran? Padahal cinta tidak mengajarkan kekerasan. Lagian, mereka juga belum tentu jodoh. Gue juga belajar 1hal, saat cewek marah mereka hanya ingin didengarkan. Gue juga salut sama cowoknya, yang dengan sabar mendengarkan meski wajahnya menjadi korban. Mungkin benar kata orang, cowok selalu salah dimata cewek. Tapi bukan berarti, cewek seenaknya aja menghakimi cowoknya. Karena kita adalah mahluk sosial, yang saling membutuhkan. Lagipula negara kitakan, negara hukum.

Gue berharap, kalian yang udah atau belum punya pacar agar tidak seperti pasangan diatas, jika ada masalah bicarakan secara baik. Seperti awal jadian, agar segala sesuatunya terasa menyenangkan.
Jangan ragu ataupun tertutup untuk menyampaikan kegelisahan kamu pada pasangan. Karena itulah cara terbaik untuk menyelesaikan masalah.

Udah dulu yah, semoga ada hikmah yang bisa kalian ambil. Silahkan berkomentar dan sekian dari gue :)

Minggu, 24 Januari 2016

Jumat, 08 Januari 2016

Sajak untukmu

Aku menulis ini untukmu.
Untuk wanita yang kini menjadi pendampingku, karena dialah orang yang mampu menerimaku seadanya. Dialah hujan, yang membasahiku saat kemarau membuatku rapuh.
Dialah mantra, yang menguatkanku dimana pun itu.

Aku menulis ini untukmu.
Untuk wanita yang kini bersamaku, karena dialah matahari yang membangunkanku disetiap hari. Memberi harapan sepenuh hati.

Aku menulis ini untukmu.
Karena kamulah, kemerdekaan yang berhasil aku perjuangkan.
Aku menulis ini untukmu.
Karena suaramu adalah alunan syahdu, dalam dekapmu aku mengusap keluh.

Aku menulis sajak untukmu.
Dibawah purnama yang indah, dari kegelapan yang menghanyutkan, dalam 5waktu yang aku dirikan.
Aku menulis ini untukmu.
Kasih, engkaulah duniaku

Senin, 04 Januari 2016

cewek tomboy



dian permatasari, itulah nama teman cewek gue sewaktu masih smp. dian adalah cewek tomboy dengan postur tubuh yang tinggi dan berisi, rambutnya terurai lurus sebahu. dia tidak begitu cerewet seperti teman cewek yang lain. dian juga bercita-cita menjadi seorang model, namun tampangnya yang sangar dan suaranya yang sedikit kelaki-lakian membuat dia terlihat seperti boogeyman. dari sini, sudah bisa dipastikan dian gagal menjadi seorang model. seandainya dian menjadi seorang model, lalu berjalan diatas catwalk maka para juri akan ketakutan. model yang lain berjalan lenggak-lenggok, dian berjalan dengan dada yang dibusungkan dan kedua tangan yang terbuka lebar.
dian memang cewek tomboy, tapi entah kenapa gue bisa jatuhcinta sama dia. mungkin saat itu yang gue tahu dari cinta hanyalah kesenangan. hari itu guru matematika gak masuk, suasana dalam kelas terlihat seperti pasar. ada yang berteriak, bernyanyi dan ada yang tidur diatas meja guru. sungguh pemandangan yang menyakitkan. untuk menghilangkan kejenuhan dalam kelas, gue mengambil buku catatan matematika gue dan menggambar dihalaman paling belakang. gue mengotori buku catatan gue dengan gambar yang tidak masuk akal. kemudian gue mendapatkan ide untuk mengerjai seseorang. gue merobek secarik kertas dan menulis kalimat ‘gue serius suka sama lu! ayo kita pacaran!’ lalu memberikannya pada dian yang duduk tepat dihadapan gue. 6detik setelah dian membacanya, dian lalu menghampiri gue dan berkata ‘lu beneran suka sama gue?’ tak ada sepatah kata yang terlontar dari mulut gue saat itu. gue hanya mampu memandangi sorot mata dian yang berbinar.
untuk sesaat, dian terlihat begitu cantik. segaris senyum mengembang dari wajahnya dan gue masih menganga dihadapan dia. ‘gue bene....’ belum selesai gue ngomong, dian langsung berbalik badan dan kembali ke tempat duduknya, meninggalkan gue dengan penuh tanya. sesekali, dia melirik kebelakang untuk memastikan apa gue masih melihat dia atau tidak. hari-hari berikutnya berjalan biasa saja, tapi ada yang berubah dari dian. dian mulai menjadi wanita yang sebenarnya. dadanya yang dulu rata, kini terlihat menonjol. kesan tomboy yang melekat pada dirinya, perlahan mulai menghilang. uniknya, tiap kali ketemu sama gue dia akan tersenyum dan memberikan perhatian yang berbeda. perhatian yang selama ini gak pernah gue dapatkan dari cewek manapun. gue mulai sadar, ternyata jatuhcinta bisa merubah sikap seseorang, dari pendiam menjadi periang. hubungan gue dan dian berakhir tanpa ada kejelasan. gue dan dian berpisah saat naik kelas. 15tahun terlewati, kita berdua pun tak pernah bertemu. hingga pada suatu malam yang gerimis, wajah itu kembali lagi. gue yang saat itu baru pulang dari rumah teman singgah sebentar disebuah warung, mencari cemilan kesukaan gue. kemudian ada 2orang pemuda masuk dan berbicara pada kasir. ketika gue akan membayar tiba-tiba saja mata gue menatap dengan jelas, sosok pemuda berambut pendek itu. dengan refleks gue langsung menyapa ‘dian!’ dalam hati gue yakin inilah cewek yang pernah gue kerjain dulu. yang sering hadir ditiap lamunan gue. sekarang kita berdua bertatapan, dengan wajah penuh tanya. gue membuka pembicaraan ‘gue teman smp lu. masih ingat gak?’ dian tersenyum. lalu menjawab ‘iya.. gue tahu lu teman smp gue, tapi siapa ya?’ jawab dian. gue tertawa kecil. dian pun bertanya lagi ‘lu udah nikahkan?’ gue jawab ‘belum kali ya ampun’ dian lalu mengkritik bobot tubuh gue ‘lu dulu kurusan sekarang udah gendutan ya’
‘yah begitulah. waktu bisa merubah segalanya’ kita sama-sama tertawa. sebenarnya gue pengen mengatakan kalo gue adalah cowok yang dulu pernah suka sama dia. ‘gue rizal yang dulu pernah suka sama lu. ayo kita jadian’ bisa saja saat dian mendengar itu, dian mendadak berubah menjadi cewek cantik yang penuh perhatian, seperti dian yang gue kerjain sewaktu smp dulu. tapi situasi diwarung memang tidak memungkinkan, pembeli mendadak ramai. gue segera keluar meninggalkan warung dengan sepenggal kisah yang belum terselesaikan.