Fenomena selfie, semakin membahana dikalangan masyarakat indonesia. Seakan kehidupan ini tidak lengkap, bila tidak diabadikan dalam galeri.
Setau gue, fenomena selfie atau foto dirisendiri, berawal dari handphone yang ada kameranya. Tapi semakin modern suatu negara, semakin beringas pula manusianya.
Semenjak handphone canggih dan berbagai aplikasi foto beredar, banyak orang yang mengekspresikan diri mereka dengan berbagai gaya. Semua kalangan tidak ingin ketinggalan.
Ide ini muncul saat gue ngeliat ibu muda, yang terbaring lemah, diatas tempat tidur RumahSakit. dengan selang infus yang melingkar hampir diseluruh tubuh, dia mengupload foto selfie-nya dengan senyum yang direkayasa. Gue yakin, orang itu sakit parah.
Tapi yang bikin gue heran, kenapa masih bisa selfie? Padahal bisa ditebak, dokter pasti melarang dia untuk banyak bergerak. Iyakan? Gue bukan melarang, atau iri dengan selfie kalian. Tapi, yang pengen gue tekankan disini, alangkah baiknya selfie itu ditempat yang lebih menarik. Dan suasananya juga mendukung.
Ada juga yang aneh-aneh, cowok buka baju dan bergaya metal, trus nunujukin badannya. Kalo sixpack ya gak apa-apa. Tapi kalo kudisan, panuan! Gimana?
Apa yang bagus disini? Bukankah selfie adalah seni? Makin hari,makin aneh. Mau brangkat kampus, sekolah atau kemana mesti selfie dulu. Sekalian aja, kalo mau berak juga selfie. Abis itu upload dimedsos. Pake tulisan 'Sebelum berak selfie dulu, sebelum cebok selfie dulu'.
gue takutnya, ketika ajal datang, mereka bakalan selfie dan upload dimedsos pake tulisan 'SEBELUM MENINGGAL, SELFIE DULU KITE' trus pake hestek #RipMyself'
Kadang gue kesel. Kenapa sih setiap ingin memulai aktifitas kita mesti foto-foto dulu? Bukan sok alim, tapi seperti pribahasa 'awalilah aktifitasmu dengan doa' biar lebih bermanfaat.
oke, segitu aja coretan absurd gue hari ini. Semoga ada manfaatnya. Mohon maaf bila ada pihak yang tersinggung.
Salam Blogger~
TWITTER: @rizalisme_
LINE: izal_04
Senin, 29 Juni 2015
Jumat, 26 Juni 2015
Lalu kamu bagaimana?
Bila kamu putus dari aku dan sudah menemukan yang baru, aku bersyukur. Tapi bila kamu gak bahagia, aku jadi sedih. Karena mereka gak mampu, menerima kamu apa adanya seperti aku.
Lalu kamu bagaimana?
Lalu kamu bagaimana?
Rabu, 24 Juni 2015
Mudah saja
Enak yah, jadi kamu! Bisa mainin perasaan aku semaunya. Tanpa peduli efeksampingnya buat aku. Kamu tau aku suka sama kamu, dan kamu suka-suka mainin perasaan aku. Aku jadi ingat kata orang, kalo kita berniat mencintai oranglain berarti kita sudah siap menerima resikonya.
Resiko dibahagiain atau resiko dikecewain. Tapi kayaknya aku berada dipilihan ke-2. Resiko dikecewain. Aku ngasih hati aku ke kamu sekali untuk selamanya, tapi kamu malah ngecewain berulangkali. Aku berusaha selalu ada buat kamu, tapi kehadiranku seperti gak dianggap. Semua yang kamu mau, aku turuti.
Mulai jadi buruh buat nemenin kamu shoping, jadi supir buat antar-jemput kamu, tanpa peduli dengan kondisi aku. Aku jalani semua itu dengan lapang dada, Berharap kamu mengerti, tapi nihil.
Pernah sekali, waktu SMS dan Telpon dari aku gak kamu respon, aku berpikir untuk berhenti mengharapkan imbalan kasih dari kamu. Tapi aku gak bisa, karena aku gak pengen perjuangan ini jadi sia-sia. Mendingan kita tukeran aja gimana? Mau gak?, aku jadi kamu dan kamu jadi aku. Pasti kamu bisa ngerti.
Kamu cuma tau bikin aku emosi, selalu dan selalu. Tapi dibalik semua ini, apa aku marah? Nggakan. Ya iyalah, aku gak pernah bisa marah sama kamu. Karena aku terlanjur sayang, biarpun dihancurin berkali-kali aku tetap sabar.
Tapi kamu jangan lupa, waktu bisa merubah segalanya. Pelan-pelan aku bisa ninggalin kamu, dan pergi mencari ketenangan bersama cinta yang baru. Kelak kamu akan bertanya dalam hati, tentang aku yang udah gak ada dalam hidup kamu.
Dan sebelum hal itu terjadi ingatlah, jika aku udah gak ada lagi buat kamu, maka ikhlaskan. seperti aku yang pernah mengikhlaskan hati aku ke kamu.
dan gak usah buang waktu buat nyari aku. karena saat itu, aku sedang berbahagia dengan dia yang mau membagi semuanya sama aku.
:D
Twitter: @rizalisme_
LINE: izal_04
Resiko dibahagiain atau resiko dikecewain. Tapi kayaknya aku berada dipilihan ke-2. Resiko dikecewain. Aku ngasih hati aku ke kamu sekali untuk selamanya, tapi kamu malah ngecewain berulangkali. Aku berusaha selalu ada buat kamu, tapi kehadiranku seperti gak dianggap. Semua yang kamu mau, aku turuti.
Mulai jadi buruh buat nemenin kamu shoping, jadi supir buat antar-jemput kamu, tanpa peduli dengan kondisi aku. Aku jalani semua itu dengan lapang dada, Berharap kamu mengerti, tapi nihil.
Pernah sekali, waktu SMS dan Telpon dari aku gak kamu respon, aku berpikir untuk berhenti mengharapkan imbalan kasih dari kamu. Tapi aku gak bisa, karena aku gak pengen perjuangan ini jadi sia-sia. Mendingan kita tukeran aja gimana? Mau gak?, aku jadi kamu dan kamu jadi aku. Pasti kamu bisa ngerti.
Kamu cuma tau bikin aku emosi, selalu dan selalu. Tapi dibalik semua ini, apa aku marah? Nggakan. Ya iyalah, aku gak pernah bisa marah sama kamu. Karena aku terlanjur sayang, biarpun dihancurin berkali-kali aku tetap sabar.
Tapi kamu jangan lupa, waktu bisa merubah segalanya. Pelan-pelan aku bisa ninggalin kamu, dan pergi mencari ketenangan bersama cinta yang baru. Kelak kamu akan bertanya dalam hati, tentang aku yang udah gak ada dalam hidup kamu.
Dan sebelum hal itu terjadi ingatlah, jika aku udah gak ada lagi buat kamu, maka ikhlaskan. seperti aku yang pernah mengikhlaskan hati aku ke kamu.
dan gak usah buang waktu buat nyari aku. karena saat itu, aku sedang berbahagia dengan dia yang mau membagi semuanya sama aku.
:D
Twitter: @rizalisme_
LINE: izal_04
Senin, 22 Juni 2015
Luka & Cinta
Sewaktu pacaran, gue ngerasa hidup gue lebih berwarna. Ada biru ditiap rindu, ada jingga saat tak bertemu, dan ada merah saat jauh.
Gue gak tau kenapa, tiap kali membangun sebuah hubungan gue harus berjuang. Yang endingnya gak seperti harapan. Matimatian ngeyakinin dia kalo gue gak selingkuh, melewatkan jam tidur hanya untuk membahas ego yang kelewatan.
Kadang gue berpikir, kenapa tiap kelahiran selalu ada kematian dan tiap pertemuan selalu ada perpisahan. Padahal bersama itu lebih baik. Namun saat pertengkaran terjadi dan ego mulai menguasai, gue jadi sadar. Ternyata apa yang kita harapkan kadang tidak sejalan dengan kenyataan.
Gue maunya pacaran dengan waktu yang lama. Yang kalo dihitung cuma bikin 'pusing pala romeojuliet'. Tapi yah, kembali lagi ke paragraf ke-2. Masa yang indah waktu pacaran, adalah masa PDKT. Lu dengan bangga mengejar dia, dan dia terus berlari untuk melihat keseriusan cinta lu.
Ketika pacaran, godaan mulai datang. Dari orang terdekat yang melahirkan perpisahan. Dan kenapa ya tiap putus, kita seperti orang yang gak saling kenal. Pas ketemu dijalan saling buang muka, ketemu dikampus pura-pura gak liat nanti buta beneran lho!
Apa itu yang disebut dengan cinta? Yang awalnya bahagia berujung derita? Apa itu yang disebut janji? Yang bakal setia selamanya tapi penuh luka?
Kalo cinta itu adalah keindahan, maka biarlah aku terus mengagumi. Namun, bila cinta hanyalah ego dan nafsu belaka, maka jauhkan aku dari semua.
Twitter: @rizalisme_
LINE: izal_04
Gue gak tau kenapa, tiap kali membangun sebuah hubungan gue harus berjuang. Yang endingnya gak seperti harapan. Matimatian ngeyakinin dia kalo gue gak selingkuh, melewatkan jam tidur hanya untuk membahas ego yang kelewatan.
Kadang gue berpikir, kenapa tiap kelahiran selalu ada kematian dan tiap pertemuan selalu ada perpisahan. Padahal bersama itu lebih baik. Namun saat pertengkaran terjadi dan ego mulai menguasai, gue jadi sadar. Ternyata apa yang kita harapkan kadang tidak sejalan dengan kenyataan.
Gue maunya pacaran dengan waktu yang lama. Yang kalo dihitung cuma bikin 'pusing pala romeojuliet'. Tapi yah, kembali lagi ke paragraf ke-2. Masa yang indah waktu pacaran, adalah masa PDKT. Lu dengan bangga mengejar dia, dan dia terus berlari untuk melihat keseriusan cinta lu.
Ketika pacaran, godaan mulai datang. Dari orang terdekat yang melahirkan perpisahan. Dan kenapa ya tiap putus, kita seperti orang yang gak saling kenal. Pas ketemu dijalan saling buang muka, ketemu dikampus pura-pura gak liat nanti buta beneran lho!
Apa itu yang disebut dengan cinta? Yang awalnya bahagia berujung derita? Apa itu yang disebut janji? Yang bakal setia selamanya tapi penuh luka?
Kalo cinta itu adalah keindahan, maka biarlah aku terus mengagumi. Namun, bila cinta hanyalah ego dan nafsu belaka, maka jauhkan aku dari semua.
Twitter: @rizalisme_
LINE: izal_04
Jakarta Oh Jakarta
Hari ini adalah hari ulangtahun, kota tua jakarta. Umurnya skarang udah 488tahun. Kota jakarta, adalah kota kelahiran gue. Dan gue beruntung, lahir dan gede disana. Jakarta oh jakarta.
Dijakarta, gue sama keluarga hidupnya pindah-pindah. Dari jakarta pusat ke jakarta selatan, dan berakhir dijakarta barat. Gue sekolah di SD KEBON JERUK 12 PAGI, dan gue mulai tau banyak hal tentang kehidupan jakarta. Seperti kolam renang diJoglo. Kolam renang yang hampir membuat nyawa gue melayang.
Jakarta itu seperti penampungan. Siapapun orang boleh datang, dan tinggal. Suku asli orang jakarta adalah Betawi. Yang gue tau banget. Jadi, gak ada salahnya kalo gue masih berdarah Betawi. Walaupun orangtua gue asal dari Maluku utara (ternate). Kan gue lahir diJakarta :p
Ancol, Monas, TMII, PLANETARIUM adalah tempat favorit gue. Masih banyak tempat lain yang gak kalah seru, tapi gue senang disitu. Gue juga hobi sama makanan jakarta. Seperti: Cakwe, karena cakwe adalah makanan favorit gue dari kecil (kata nyokap).
Jujur ya, gue dulu takut banget sama ondel-ondel. Mukanya warna-warni, gede dan menyeramkan. Gue sering diboongin sama nyokap, kalo ondel-ondel suka makan anak kecil. Gue sampe kencing celana, karena takut sama dia. Pas udah gede, gue sadar ternyata ondel-ondel itu baik. Hahahaha...
Datang dong ke jakarta, biar kalian tau sukacitanya kayak gimana. Dan 1hal yang harus kalian ingat, nasi uduk sama cakwe makanan paling uueenak. Kalian harus coba!
oke.. Selamat ulangtahun jakarta, makin Jaya & Raya.
:)
Twitter: @rizalisme_
LINE: izal_04
Dijakarta, gue sama keluarga hidupnya pindah-pindah. Dari jakarta pusat ke jakarta selatan, dan berakhir dijakarta barat. Gue sekolah di SD KEBON JERUK 12 PAGI, dan gue mulai tau banyak hal tentang kehidupan jakarta. Seperti kolam renang diJoglo. Kolam renang yang hampir membuat nyawa gue melayang.
Jakarta itu seperti penampungan. Siapapun orang boleh datang, dan tinggal. Suku asli orang jakarta adalah Betawi. Yang gue tau banget. Jadi, gak ada salahnya kalo gue masih berdarah Betawi. Walaupun orangtua gue asal dari Maluku utara (ternate). Kan gue lahir diJakarta :p
Ancol, Monas, TMII, PLANETARIUM adalah tempat favorit gue. Masih banyak tempat lain yang gak kalah seru, tapi gue senang disitu. Gue juga hobi sama makanan jakarta. Seperti: Cakwe, karena cakwe adalah makanan favorit gue dari kecil (kata nyokap).
Jujur ya, gue dulu takut banget sama ondel-ondel. Mukanya warna-warni, gede dan menyeramkan. Gue sering diboongin sama nyokap, kalo ondel-ondel suka makan anak kecil. Gue sampe kencing celana, karena takut sama dia. Pas udah gede, gue sadar ternyata ondel-ondel itu baik. Hahahaha...
Datang dong ke jakarta, biar kalian tau sukacitanya kayak gimana. Dan 1hal yang harus kalian ingat, nasi uduk sama cakwe makanan paling uueenak. Kalian harus coba!
oke.. Selamat ulangtahun jakarta, makin Jaya & Raya.
:)
Twitter: @rizalisme_
LINE: izal_04
Minggu, 21 Juni 2015
Cuma mimpi
Pagi itu aku datang ke kantor, tempat aku bekerja. Sebuah kantor yang aku lupa namanya. Karena bagiku, hal itu tidak penting. Yang penting aku bisa menafkahi kebutuhanku sehari-hari.
Sesampainya disana, aku disambut oleh karyawan yang lain. 'cie, yang baru datang! Apa kabar?' seru andi, dari meja kerjanya. Aku tersenyum, lalu duduk dengan beberapa karyawan yang lain. Tak lama kemudian, seorang wanita cantik duduk tepat disampingku.
Menatapku sembari tersenyum dengan bahagianya. Dia menanyakan kabarku dan semua hal tentang diriku. Seakan kita saling kenal. Aku menatapnya heran, dan menjawab semua pertanyaannya dengan canggung.
'bagaimana dia bisa tahu namaku? Padahal kita baru bertemu!' tanyaku dalam hati. Layaknya bocah yang bermain ditaman, kita saling menertawakan tanpa berkenalan, kita hanya tau bahagia tanpa terluka.
Ditengah keanehan yang melanda diriku, adit menelpon. memintaku untuk datang kerumahnya. Aku bangkit dari tempat dudukku, dan melangkah. Wanita yang duduk disampingku pun ikut berdiri, menggenggam tanganku dan tersenyum.
Aku yang tidak ingin membuang waktu, bergegas pergi dengannya. Sepanjang perjalanan, aku merasa tanganku digenggam erat olehnya. Seakan takut diambil orang. Kita berdua tertawa lepas tanpa peduli orang sekitar.
Di emperan jalan dekat rumahnya adit, banyak pemuda yang duduk. Canda tawa yang tadinya riuh, tiba-tiba hening. Saat kami melintas didepan mereka.
Aku sempat mendengar, salah seorang dari mereka mengatakan 'Pasangan yang serasi'. Aku tak peduli apapun kata mereka, yang jelas aku bahagia. Sesampainya dirumah adit, tak banyak yang kami bicarakan.
Adit sempat menawarkan minum, tapi aku menolaknya. Aku dan wanita itu kembali ke kantor.
Wanita ini tak kunjung melepas jeratan tangannya ditanganku. Aku mengimbangi genggaman tangannya, dengan menggenggam erat. Saat kami berdua tiba dikantor, manager kami sedang memberi arahan.
Aku dan dia duduk berdua, kami saling bertatapan, tertawa dan tak menghiraukan suasana. Aku mengambil handphonenya, mengisi nomorku dikontaknya. Dan berbisik lembut ditelinganya 'I love you'. Dia pun tersenyum. Ketika aku akan mengecup pipinya, aku terbangun dari tidurku. Dan berkata 'ya ampun, ini cuma mimpi'
:')
pertanda apakah ini? Siapa wanita itu? Dan kenapa dia terus menggenggan tanganku? Tunggu kelanjutan kisah ini, dimimpi gue berikutnya. :)
Trimakasih.
Twitter: @rizalisme_
LINE: izal_04
Sesampainya disana, aku disambut oleh karyawan yang lain. 'cie, yang baru datang! Apa kabar?' seru andi, dari meja kerjanya. Aku tersenyum, lalu duduk dengan beberapa karyawan yang lain. Tak lama kemudian, seorang wanita cantik duduk tepat disampingku.
Menatapku sembari tersenyum dengan bahagianya. Dia menanyakan kabarku dan semua hal tentang diriku. Seakan kita saling kenal. Aku menatapnya heran, dan menjawab semua pertanyaannya dengan canggung.
'bagaimana dia bisa tahu namaku? Padahal kita baru bertemu!' tanyaku dalam hati. Layaknya bocah yang bermain ditaman, kita saling menertawakan tanpa berkenalan, kita hanya tau bahagia tanpa terluka.
Ditengah keanehan yang melanda diriku, adit menelpon. memintaku untuk datang kerumahnya. Aku bangkit dari tempat dudukku, dan melangkah. Wanita yang duduk disampingku pun ikut berdiri, menggenggam tanganku dan tersenyum.
Aku yang tidak ingin membuang waktu, bergegas pergi dengannya. Sepanjang perjalanan, aku merasa tanganku digenggam erat olehnya. Seakan takut diambil orang. Kita berdua tertawa lepas tanpa peduli orang sekitar.
Di emperan jalan dekat rumahnya adit, banyak pemuda yang duduk. Canda tawa yang tadinya riuh, tiba-tiba hening. Saat kami melintas didepan mereka.
Aku sempat mendengar, salah seorang dari mereka mengatakan 'Pasangan yang serasi'. Aku tak peduli apapun kata mereka, yang jelas aku bahagia. Sesampainya dirumah adit, tak banyak yang kami bicarakan.
Adit sempat menawarkan minum, tapi aku menolaknya. Aku dan wanita itu kembali ke kantor.
Wanita ini tak kunjung melepas jeratan tangannya ditanganku. Aku mengimbangi genggaman tangannya, dengan menggenggam erat. Saat kami berdua tiba dikantor, manager kami sedang memberi arahan.
Aku dan dia duduk berdua, kami saling bertatapan, tertawa dan tak menghiraukan suasana. Aku mengambil handphonenya, mengisi nomorku dikontaknya. Dan berbisik lembut ditelinganya 'I love you'. Dia pun tersenyum. Ketika aku akan mengecup pipinya, aku terbangun dari tidurku. Dan berkata 'ya ampun, ini cuma mimpi'
:')
pertanda apakah ini? Siapa wanita itu? Dan kenapa dia terus menggenggan tanganku? Tunggu kelanjutan kisah ini, dimimpi gue berikutnya. :)
Trimakasih.
Twitter: @rizalisme_
LINE: izal_04
Jumat, 19 Juni 2015
CATUR (CATatan Untuk Ramadhan)
Ramadhan datang. Inilah bulan yang dinantikan oleh umat islam. Bulan penuh ampunan, dan bulan yang diberkahi oleh-Nya.
Ayo, kita bersama-sama menyambut bulan ramadhan dengan hati yang ikhlas.
Menjalani puasa dengan lapang dada, dan selalu berserah diri pada-Nya.
Hari ke- 2 puasa semua berjalan sempurna. Semoga puasa kalian juga full ya! Jangan sampai ada yang bolong.
terimakasih dan selamat menunaikan ibadah puasa.
:)
Twitter: @rizalisme_
LINE: izal_04
Ayo, kita bersama-sama menyambut bulan ramadhan dengan hati yang ikhlas.
Menjalani puasa dengan lapang dada, dan selalu berserah diri pada-Nya.
Hari ke- 2 puasa semua berjalan sempurna. Semoga puasa kalian juga full ya! Jangan sampai ada yang bolong.
terimakasih dan selamat menunaikan ibadah puasa.
:)
Twitter: @rizalisme_
LINE: izal_04
Langganan:
Postingan (Atom)